Duduk di depan Allah

29 07 2008

DUDUK kita saat ini adalah duduk di depan Allah Subhaanahu Wa Ta’ala. Karena memang demikianlah sifat Hamba. Duduknya di depan Allah, berdirinya di depan Allah, makan, minum dan tidurnya juga di depan Allah Subhaanahu Wa Ta’ala. Dan karena memang demikianlah sifat Allah Subhaanahu Wa Ta’ala. Sehingga tidak ada suatu daunpun yang jatuh di tengah hutan lebat, kecuali diketahui oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Sehingga tidak ada selembar daunpun yang jatuh di dalam gua di tengah hutan yang lebat, di malam hari yang gelap, kecuali dikontrol jatuhnya oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Pengetahuan Allah Subhanahu Wa Ta’ala meliputi yang tampak dan yang tak tampak. Ia Maha Mengetahui yang lahir maupun yang batin. Ia Maha Mengetahui yang rahasia maupun yang sangat rahasia. Ia mengetahui apa saja yang ada di dalam hati kita saat ini: rencana-rencana kita, niat kita, keinginan kita maupun semua ambisi kita.

Waktu shalat berjamaah di masjid misalnya, ada di antara kita yang berniat sungguh-sungguh menghadap kepadaNya, Ia tahu. Ada di antara kita yang sekedar ingin dilihat oleh teman, mertua atau atasan, Ia tahu. Bahkan ada pula yang shalat berjamaah dengan niat mencuri sandal, Iapun tahu.

Ialah Yang Mahawaspada. Maka waspadalah kepada Yang Mahawaspada itu.


Tindakan

Information

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.